| Rapat Pembentukan Kwarran Kokas Januari 2014 |
Sudah beberapa hari ini aku hanya mengajar setengah hari, hal ini terpaksa aku lakukan karena aku sedang menyiapkan kegiatan di distrik. Kegiatan yang ku harap bisa menjadi pijakan awal bagi distrik untuk memulai mengibarkan panji – panji tunas kelapa. Ini adalah salah satu capaian dambaanku, mengadakan perkemahan tingkat distrik dan membentuk Kwarran serta DKR. Sederhana sekali bukan.
Rapat demi rapat telah aku galang, sebagai stimulant untuk orang – orang distrik terutama guru – guru aku menggandeng salah satu guru SMP yang juga gemar pramuka. Ci Halifah, begitu aku memanggilnya. Aku akan menceritakan siapakah dia di episode yang lain. Hahhaha. Aku diskusi lebih dalam tentang pembentukan Kwarran, sebagai pemula aku juga harus belajar. Segala informasi kuhimpun, kemudian aku transfer ke ci Halifah. Kami membentuk tim formatur di pertengahan Januari, sungguh kami harus bekerja keras untuk hal ini. beberapa kali pertemuan nihil hasilnya, tapi berkali itulah kami memulai cara baru untuk mengajak yang lain turun tangan. Jika prosedur yang benar itu runtun dari A- Z tapi kami belum bisa melaksanakan prosedur itu kali ini. Musyawarah tanggal 24 Januari 2014 telah membuka lembaran baru bagi pramuka distrik Kokas. Ketua Kwarran telah terpilih dan aku begitu lega. Pada musyawarah kali itu aku benar – benar jadi penonton, aku percayakan pada ci Halifah dan Ka Amansyah untuk hal itu dan di dampingi seorang andalan dari Kwarcab. Berjalan dengan baik.
Segala hal yang berkaitan dengan pelantikan Kwarran dan mabiran telah aku siapkan, menghubungkan kwarran dengan Kwarcab pun tidak begitu menjadi masalah besar, setelah musyawarah kemarin kami sepakat untuk mengadakan pelantikan di momentum Boden Powell 23 Februari 2014. Hanya selang 3 minggu saja, yah aku berusaha semaksimal mungkin agar pelantikan itu berjalan.
Yah, kebanyakan dari pengurus kwarran atau mabiran tidak punya baju pramuka. aku memahami itu karena ini baru. Di kotapun tidak ada yang jual baju pramuka untuk pembina, kalaupun harus menjahit bisa jadi harga kain dan ongkosnya 4x lipat dari harga di jawa. Entahlah bagaimana ceritanya, mereka meminta saya memesan dari Serang. Yah aku menyanggupinya asalkan mereka siap mengganti harga dan ongkos kirimnya.
kebetulan, kali itu lencana Mabiran, Kwarran sedang kosong di Kwarcab menjadikan aku berpikir bagaimana caranya agar saat hari pelantikan barang itu ada. Mencoba menghubungi relasi yang ada di Sorong, tapi nihil. Akhirnya aku memutuskan untuk memesan dari Serang dengan bantuan Jenal dan dedeh (adikku di Racana Untirta). Merekapun mengirimkan lencana dan beberapa baju serta perlengkapan pramuka yang tidak ada di sini.
Paketan Lencana & Seragam Tak Kunjung datang :’(
Normalnya mengirim barang dari Jawa ke Fakfak itu satu minggu hingga sepuluh hari. Beberapa kali aku mengecek resi online barang- barang itu sudah di Sorong, yah aku pikir sebentar lagi akan tiba. Berkali aku datang ke kantor pos dan nihil, aku sudah khawatir. Orang – orang sudah resah karena tanggal pelantikan semakin dekat, ingin memakai seragam pramuka itulah sebabnya. Aku lebih khawatir karena takut orang – orang marah barang tidak sampai dan tidak mau membayar baju yang sudah di pesan. Jadi ke khawatiranku bertumpuk, hingga hari kamis 20 Februari 2014 paketan itu tak kunjung datang. “Kapal dok, jadi tarada kapal masuk ke fakfak, barangkali besok ada Tatamailau dari sorong ka.” Yah hampir semua orang yang aku tanya di kantor pos menjawab demikian. Memang dua minggu ini tidak ada kapal masuk sehingga barang – barang pos tidak bisa di distribusikan. Akhirnya aku pasrah, Allah tahu yang terbaik. Aku kembali dan mengabarkan kalau paketan itu tidak ada termasuk lencana untuk pelantikan.
Hening. Tak ada yang membalas aku tahu mereka kecewa. Pun aku, tapi tidak ada yang salah dalam masalah kali itu.
Keajaiban itu ada....
Hari Pelantikan itupun tiba....
| Majelis Pembimbing Ranting, Kwarran dan DKR Kokas 23 Februari 2014 |
Lepas upacara HUT Boden Powell, unsur Mabiran dan Kwarran berjalan menuju Gedung pertemuan distrik yang letaknya tak jauh dari Lapangan. Pelantikan di lakukan terpisah demi hikmatnya prosesi pelantikan. Aku memang tidak ada di ruangan itu, karena aku harus mengurus kegiatan Jamboree di Lapangan. Aku memang tidak di sana, tapi doaku mengalir bersama mereka. Berharap ketika aku sepulangnya aku dari sini, Kwarran Kokas sudah mandiri dan bisa mengibarkan panji – panji pramuka itu di daerah basis perang dunia ke dua.
# Setidaknya sepulangnya aku dari sini, Kwarran dan DKR Kokas telah terbentuk dan satu panji berkibar gagah di belahan timur Indonesia. Tunas kelapa itu akan tumbuh kuat mengakar di sana dan menjadikan penyulut semangat untuk tunas - tunas lainnya.
No comments:
Post a Comment