Thursday, 2 January 2014

Pramuka bukan masalah A B C D ...


Aku bersyukur Tuhan telah mempertemukan aku dengan mereka, seperti menemukan permata dalam lumpur kedua kalinya, setelah aku menemui anak – anak hebat di SD kini aku menemukan semangat membara di mata mereka. Mereka adalah anak – anak SMA yang berhasil kuracuni dengan Pramuka, bukan racun dalam arti sesungguhnya.

Awalnya, aku putus asa ketika aku mulai membuka ekstrakulikuler pramuka di SMA. Hanya ada dua orang saja Sri dan Marten yang hadir tiap latihan. Segala capaian dambaanku tentang kepramukaan hilang di awal – awal bulan pertama latihan, sempat ingin mengakhiri saja ekstrakulikuler itu karena tidak begitu mendapat respon yang baik dari warga sekolah termasuk guru- guru. Tapi niat burukku itu tidak di restui oleh Allah nampaknya, karena semangat Marten dan Sri yang begitu luar biasa mereka berhasil mengajak anak – anak yang lain bergabung. Tanpa seragam pramuka pastinya, sungguh mereka datangpun itu sudah cukup membuatku senang.
Mengajarkan pramuka itu bukan masalah A B C D, atau masalah AD ART/ SKU dan berkemah terlebih pada usia penegak seperti mereka. Ini jauh lebih menantang dari pada mengajarkan penggalang menghafal morse atau semaphore. Akhirnya aku membuat kesepakatan dengan mereka untuk belajar memantaskan diri menjadi pramuka bersama – sama. Menjadi teman bagi mereka, yah itu yang kulakukan agar aku bisa masuk ke dunia mereka. Aku belajar untuk tidak menggurui, tapi menunjukkan yang aku tahu. Latihan demi latihan telah kami lewati, akhir semester ganjil menjadi momentum paling di tunggu bagi mereka, karena aku telah menyiapkan Persami. Dengan dana Rp. 0,-  aku menyetting kegiatan perkemahan yang merupakan perkemahan pertama seumur hidup mereka, menyiapkan kegiatan yang menarik agar mereka tidak kecewa. Tentu saja dengan bantuan mereka semua. Alhamdulillah kegiatan itu berjalan baik, 30 anak ikut serta dalam kegiatan kali itu. Sedikit demi sedikit aku mengenalkan mereka dengan kode etik pramuka, dan segala hal yang berbau pramuka. Perkemahan sederhana yang aku rencanakan itu, aku berharap menjadi jembatan awal dan pembelajaran bagi anak – anak yang ikut. Sungguh aku tak membuat kegiatan yang muluk, yang terpenting mereka tahu prosesnya agar nanti mereka tahu dan bisa membuat kegiatan yang lebih besar dari perkemahan kecil di akhir desember 2013 ini.

Melihat mereka begitu semangat dan antusias menjadikan aku haru, sayang aku hanya sebentar saja di sini batinku. Tapi bagaimanapun aku aku yakin mereka adalah anak – anak pilihan yang sengaja di kirimkan Allah untuk mengajariku lebih banyak hal.  Bersama mereka aku tak hanya belajar untuk menjadi pramuka sekedarnya, tapi belajar menjadi pramuka sebenarnya...


Makrab 14-15 Desember 2013


No comments:

Post a Comment