Ketika berbicara self digesting maka akan teringat pada
Hernowo penulis buku Self digesting yang juga penulis Quantum Reading n Quantum
Writing. Yupz ketika kita membicarakan self digesting maka akan focus pada
diri, bagaimana seseorang memiliki semacam ala untuk mengenali diri
sendiri.Karena menurut para filosof n agamawan, puncak dari segala ilmu adalah
ilmu mengenali diri sendiri. Sebuah riwayat mengatakan barang siapa mengetahui
dirinya, diapun akan mengetahui Tuhannya. So, alat apa yang bisa kita gunakan
untuk mengidentifikasi cirri – cirri diri kita. Berpijak pada gagasan – gagasan
Peter Drucker, sosok hebat dalam mengelola diri namun ia juga seorang
cendekiawan yang mampu menghadirkan terobosan2 baru dalam memaknai hidup yang
terus berubah.
Perlu kita sadari bahwa semua orang memiliki potensi yang
luar biasa ketika kita mau mengasahnya. Selama ini akumerasa bisa menjadi
apapun yang aku inginkan, aku baru menyadari bahwa diriku memang penuh potensi.
Memang aku tak bisa menjadi seseorang sesuai dengan harapan oranglain. Namun
aku yakin sekali aku bisa menjadi apa saja asal aku mengenali diriku dan aku
mau berusaha sekuat daya untuk menjadi apa yang kumau.
Apakah sekarang aku sudah menjadi sesuatu yang aku harapkan?
Ataukah kini aku sudah menjadi orang hebat? Yang mampu membuat sejuta mata
terpana dengan karya besarku. Atau aku sudah banyak berkontribusi bagi
semestaku? Bahkan aku tak bisa menjawabnya. Rasanya aku belum menjadi apa2 , namun aku sudah belajar untuk menjadi
semua itu. Dan kini aku sedang bermetamorfosa.
Dan kita bisa
menjadi apapun itu?
Namun terkadang
mental pesimism kita lebih kuat menduduki tentakel – tentakel otak kita, hingga
akhirnya kita hanya menjadi pemuja mimpi dan bermimpi tanpa aksi untuk
merealkan apa yang kita inginkan. Mental itu tumbuh ketika kita membiarkan rasa
sedih, derita bersemayam lebih lama dalam hati kita. Lalu kita akan kembali
mengingat bahwa mengenali dirilah jawaban agar bisa kembali pada tujuan awal
kita.
Ketika kita sudah
tau potensi apa yang kita miliki lalu yang harus kita lakukan adalah bagaimana
potensi yang kita miliki mampu menjadi aset yang patut diinventasikan. Apakah
diri kita sudah layak untuk dipasarkan? Kata Rhenald, dalam buku hukum ‘If you
want to sell everything about ur self, u’ll get nothing’. Maka hal yang harus
kita lakukan selanjutbya adalah meyakinkan orang lain bahwa anda adalah apa
yang anda citrakan didepan mereka. So, mencari inner self adalah PR untuk kita
sebelum kita memasarkan diri kita.
Jangan khawatir
untuk tampil ketika kita telah mengenali diri kita…. (Bersambung)
“Yang penting dari bakat, kekuatan atau
pengetahuan adalah kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan menikmati
mengejar sebuah impian”
(Amy Grant)
No comments:
Post a Comment