Thursday, 24 May 2012

Asa untuk menang 24:05:12

Sudah lama menjadi topeng dalam sandiwara ini,
Mengalah dan diam meski jatuh dan tertindas,
Bukan karena aku tak sanggup melawan
Tapi aku ingin belajar kelemahan mereka.
Agar aku bisa berlari ketika mereka kelelahan
Dan aku ingin menjadi pemenang nantinya,
Tak harus sakit hati dengan keadaan yang tak sepaham.
Karena akulah yang kurang pandai memahami kehidupan
Yang kulakukan hari ini demi sebuah asa yang pernah tenggelam
-asa untuk menang dalam segala keterbatasan-

Saturday, 21 April 2012

Hadiah

Bayangkan bila ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja anda akan menghabiskan semua uang pinjaman itu kan?

Setiap orang sebenarnya memiliki bank seperti itu, bank itu adalah waktu. Setipa pagi dia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya kepada anda maka ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuat rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya dengan baik maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Anda juga tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan harinya. Anda harus hidup dengan simpanan hari ini. Untuk itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan anda.


Kisah Inspiratif, waktu yang berharga, waktu, motivasi


Jam terus berdetak, gunakan waktu anda dengan sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, maka tanyakanlah pada murid yanggagal naik kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakanlah pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakanlah pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada teman yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggaln pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, maka anda harus bertanya kepada peraih medali perak Olimpiade.

On Becoming a Learner


>: terinspirasi setelah membaca buku Andrias Harefa :<
Secara manusiawi kita sebagai manusia lahir mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tak jauh berbeda dengan manusia lainnya. Namun terkadang yang membedakan kita dengan manusia lainnya adalah cara kita menyikapi kehidupan yang akan menentukan seberapa besar tanggung jawab kita pada masyarakat. Yang perlu kita tahu adalah kita adalah makhluk yang sengaja di ciptakan oleh Tuhan dengan segala kesempurnaan, dan pusat dari kesempurnaan itu adalah Otak. Dimana bagian terkecil itulah yang menentukan hal – hal besar dalam hidup kita. Karena dari situlah segala hal kita proses, (kaya makanan aja)
Tugas manusia yang pertama adalah sebagai pembelajar, pembelajar yang belajar terus menerus di sekolah besar kehidupan nyata untuk semakin memanusiawikan dirinya. Kedua, menjadi pemimpin sejati dengan cara menerima tanggung jawab yang diberikan untuk menciptakan masa depan bagi dirinya, lingkungannya, perusahaan dan organisasi dimana ia bekerja. Ketiga, bertumbuh menjadi guru bagi dirinya (yang hasilnya akan dilihat dari attitude yang dimilikinya), guru bagi lingkungannya yang merupakan efek dari keberhasilan dari proses sebelumnya, Namun yang paling mulia adalah mampu menjadi guru bagi bangsanya, bagi seluruh umat manusia di sekolah besar yang diberi nama kehidupan.
Konsep tri tugas, tanggung jawab dan panggilan kemanusiaan ini merupakan gagasan penulis kondang Andrias Harefa, yang ia merasa kecewa dengan keadaan yang memaksa kita untuk mengamini segala hal yang di sajikan dalam pendidikan formal yang kadang tak mampu menjawab permasalahan yang ada dewasa ini.
“ aku tulis buku ini karena
Aku mendengar, melihat, dan merasakan
Jiwa bangsaku sekarat berat
Rakyat lapar dan melarat
Negara kesepian tak punya teman untuk berutang tanpa ancaman.
Masyarakat dan pejabat sama tercela, munafik, dan tak bermoral
Umat telah lama menjadi murtad dari ajaran kitab_Nya
Aku tulis buku ini karena,
Jiwaku tersiksa dan meronta – ronta
Menyaksikan rakyatku saling bertengkar
Menyaksikan kelompok – kelompok sectarian
Saling cakar mencakar
Menyaksikan elit politik, khususnya MPR dan parpol jewer menjewer
Menyaksikan konglomerat tak kunjung bertobat
Menyaksikan koruptor yang masih di setor – setor
Menyaksikan kolusi masih lestari
Menyaksikan nepotisme- kronisme masih berseri
Menyaksikan pakar – pakar kehilangan nalar
Kekurangan gizi dan kasih
Menyaksikan sikap anarki dan suka main hakim sendiri
Menyaksikan etnis cina diperkosa sambil tertawa
Menyaksikan peluru menembus dada mahasiswa
Menyaksikan pelajar makin kurang ajar
Meyaksikan ibu pertiwi diancam disintegrasi
Anak kandungnya sendiri
Menyaksikan guru – guru dikencingi murid – muridnya sendiri
Menyaksikan … menyaksikan

Aku tulis buku ini karena
Aku masih punya sedikit akal sehat
Aku masih punya sedikit hati nurani
Aku masih punya determinasi

Aku tulis buku ini karena
Aku berutang pada tuhanku
Aku berutang pada rakyatku
Aku berutang pada alam negeriku
Aku berutang pada diriku

Aku tulis buku ini karena
Aku ingin menjadi pembelajar
Yang mengekspresikan jiwaku lewat perbuatan
Yang menghitung uang dan waktu dengan nalar
Yang mengasah ketrampilan dengan perkataan
…..
“Sepenggal tulisan Andrias Harefa”
Rasanya haruh ketika kita yang notabene sebagai makhluk pembelajar tak bisa menjawab peliknya kehidupan, rumitnya kasus yang sengaja diciptakan oleh segelintir orang. Lantas siapakah yang bertanggung jawab atas out put dari sebuah pendidikan dewasa ini.
Sering kita temui pelatihan, training dan kawan – kawannya yang tujuannya meningkatkan kinerja dan kualitas pendidikan yang kita miliki. Sesungguhnya bukan seberapa tenar trainer yang dihadirkan, seberapa banyak orang yang ada atau seberapa sering kita ikuti pelatihan untuk mengintegrasikan pendidikan yang kita miliki, tapi seberapa lapang hati kita untuk berubah dan mengualitaskan diri kita dengan pendidikan yang kita miliki. Seperti kata Winston Churchil “we are shaping the world faster than we can change ourselves and we are applying to the presents the habist of the past” (kita mengubah dunia lebih cepat dari kemampuan kita mengubah diri sendiri dan kita menerapkan pada masa kini kebiasaan masa lalu)
Ketika kita mau menerima kebaikan yang sesungguhnya maka.
jkita bisa Memandang masa depan nanti:
  • -      Kita akan belajar, bahwa tidaklah penting apa yang kita miliki, tetapi yang penting adalah siapa diri kita ini sebenarnya (sebagai pribadi, sebagai kelompok, sebagai organisasi, dan sebagai bangsa Indonesia)
  • -      Kita akan belajar bahwa lingkungan akan memoengaruhi pribadi kita, tetapi kita harus bertanggung jawab untuk apa yang kita lakukan
  • -      Kita akan belajar, bahwa dua manusia dapat melihat hal yang sama persis, tetapi terkadang dari sudut pandang yang amat berbeda, dan itu manusiawi
  • -      Kita akan belajar bahwa mengampuni diri sendiri dan orang lain itu perlu kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus
  • -      Kita akan belajar bahwa butuh waktu bertahun – tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya
  • -      Kita akan belajar bahwa kita tidak dapat memaksa oranglain untuk memaksa oranglain untuk mencintai kita, kita hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang kita cintai
  • -      Kita akan belajar bahwa kritik yang tulus dari seorang lawan lebih berharga dari pujian palsu seorang kawan
  • -      Kita akan belajar bahwa sebaik – baiknya pasangan itu adalah mereka yang pasti pernah melukai perasaan kita dan untuk itu kita harus belajar memaafkannya
  • -      Kita akan belajar bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali kita ingin sakit hati dan dikecewakan
  • -      Kita akan belajar, bahwa kita harus memilih apakah kita menguasai sikap dan emosi atau kita membiarkan sikap dan emosi itu yang menguasai kita
  • -      Kita akan belajar, bahwa kita punya hak untuk marah tanpa harus menjadi beringas terhadap sesame
  • -      Kita akan belajar, bahwa kata – kata manis tanpa tindangan adalah kemunafikan psiko-spiritual
  • -      Dan kita akan belajar banyak hal ketika kita mau membuka pikiran dan hati kita untuk menjadi manusia pembelajar yang bijak.



“kesenangan belajar memisahkan kaum muda dengan kaum tua, sepanjang anda mau belajar anda tidak pernah menjadi tua” Rosalyn S. Yallow
“ orang bijak tak harus terpelajar, dan kaum terpelajar tak selalu bijak” Robert G.

Monday, 20 February 2012

Doa Kenek Kecil *) Alin

Namaku alin, 
aku lahir tanpa ayah. Ibuku seorang wanita perkasa diantara wanita2 yang ada dibumi ini. Bagaimana tdk? Ibuku selalu berangkat sblm subuh dan pulang tengah malam, ibuku cantik lebih cantik dari syahrini yang sedang dipuja2. Banyak lelaki yg mengaku sebagai ayahku, hingga aku bingung siapa yg pantas kupanggil ayah. Namaku alin, 
aku besar diantara deruan knalp0t dan teriakan kenek. Kehidupanku ramai dan penuh kebisingan. Tempat bermainku tak selayaknya anak2 seusiaku. Jika teman2 sebayaku akrab dg barbie dan kitchen set maka aku akrab dg botol air mineral dan kardus bekas. Kepulan rokok dan bau miras semakin akrab di faringku. Namaku alin, aku tak pernah merasakan indahnya bersekolah. Memakai seragam merah putih dan mengend0ng tas penuh buku. Pernah aku tanyakan pada ibuku, kenapa aku tak disekolahkan saja? Biar aku bisa merubah nasib keluarga. Ibuku geram dan menjawab 
"sekolah biar apa?" 
"aku ingin pintar bu" jawabku lugu. 
"hidup kita sudah ditakdirkan begini, menyekolahkanmu hanya akan membuat beban ibu bertambah" 
aku menahan air mata saat ibu mengatakan hal itu padaku. 
Pagi itu ibu sakit, dia tak bisa bekerja lagi. Ibu memaksaku untuk pergi ke terminal dan menemui bang pepen. 
"ada bang pepen pak?"tanyaku pada seorang lelaki bertato berambut g0ndr0ng. 
"gua pepen, lu siapa?" suaranya menggelegar, aku kaget. Aku diam 
"lu alin yah, anaknya titis" dia menarik tanganku. 
"i... Ia bang, ibu saya sakit jadi tdk bs kerja hari ini" 
"gua uda tau, ibu lu uda bilang. Ayo buruan, lu yg gantiin tugas ibu lu hari ini" 
hah? Aku kaget saat org yg bernama pepen itu blg aku yg harus menggantikan tugas ibuku hari ini. Aku alin, anak yang tidak pernah tau apa pekerjaan ibuku selama 8 tahun ini. Dan hari ini aku menggantikan ibuku menjadi kenek di sebuah bus dalam kota. 
Seribu mata menganga menatapku bergelayut di metromini dan berteriak2 "Blok M..." 
inilah kehidupan yang ibu sembunyikan selama ini. 
"ga sekolah dek?" tanya seorang ibu paruh baya 
"tdk bu, saya belum pernah sekolah." jawabku menyembunyikan sedih. 
Mereka bilang, jalanan terlalu keras untuk anak seusiaku. Jalanan tdk pernah memandang kecil, muda dan tua. Segala hal adalah halal selama bisa menghasilkan uang. 
Di tengah perjalanan hari pertamaku menjadi kenek aku menangis di pojok mushola. Tempat orang2 menyembah Tuhan mereka. Lalu siapa Tuhanku? Kenapa ibu tidak pernah sekalipun mengenalkanku pada Tuhan. Penjaga mushola itu memanggilku, 
"kemari nak, sepertinya kau butuh minum" 
lelaki tua itu menyodorkan segelas air. Aku meneguknya seperti orang yang kehausan setelah menempuh perjalanan jauh. Aku menguliti lelaki itu pelan, jauh sekali perangainya dengan bang pepen sopir bis yang aku kenek'i. 
Pak tua ini lebih mendamaikan dan lebih halus. Apakah ayahku seperti pak tua ini? Atau justru seperti bang pepen? Tiba2 pertanyaan itu melayang di otakku. 
" pak, kenapa si orang2 suka ke mushola?" 
"karna mereka ingin bertemu dengan Tuhan." 
"caranya gimana pak? Kok ibu saya tdk pernah mengajari saya bertemu dg Tuhan," 
"solatlah nak jika kau muslim, ke tempat ibadahlah sesuai agamamu" 
perkataan pak tua itu membuatku berpikir seharian. Aku ingin bertemu Tuhan, aku ingin minta pada Tuhan dikirimkan seorang ayah yang baik dan kaya biar ibuku berhenti jadi kenek dan aku bisa sekolah.
Malam datang dan aku pulang bersama rasa lelah. Ibuku menyiapkan sayur bayam dan sambal terasi sepertinya enak. Menu yang tak pernah berubah di bawah tudung saji. 
"mana hasil ngenek hari ini?" kata ibu seraya memeriksa kantong kaosku. 
Selembar 50ribuan ibu dapatkan. 
"darimana kamu dapat uang ini? Kamu nyolong ya?" 
aku menggeleng 

#Bersambung ...............

: sepanjang kp. Rambutan_Cipete @ Kopaja_

Syair Cinta (Jalaludin Rumi)


KERANA CINTA
Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
Jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan
KEARIFAN CINTA
CINTA yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salahdan tidak pada tempatnyabisa saja menghantarkannyapada keadaan ekstasi.Namun kenikmatan itu,jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnyakekasih yang sedar akan hadirnya seseorang
CINTA 
“Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,Saya mencintainya dan Saya mengaguminya,
Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya.
Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya,
Kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai,
Dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta
yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan
dia dan mereka adalah dia.Ini adalah sebuah rahasia
Jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.
CINTA : LAUTAN TAK BERTEPI
Cinta adalah lautan tak bertepi
langit hanyalah serpihan buih belaka.Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta
Andai tak ada Cinta, Dunia akan membeku.Bila bukan karena Cinta,
Bagaimana sesuatu yang organik berubah menjadi tumbuhan?
Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi memperoleh ruh (hewani)?Bagaimana ruh (hewani) akan mengorbankan diri demi nafas (Ruh) yang menghamili Maryam?Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju
Tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang.Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna
Dan naik ke atas laksana tunas.Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya, adalah
lagu pujian Keagungan pada Tuhan.
PERIH CINTA
Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta:Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyaratDan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.Apakah dari jamur langit ataupun jamur bumi,Cintalah yang membimbing kita ke Sana pada akhirnya.Akal ’kan sia-sia bahkan menggelepar ’tuk menerangkan Cinta,Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri.Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari?Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di sana.
PERNYATAAN CINTA
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.
TANPA CINTA, SEGALANYA TAK BERNILAI
Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit
dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka merupakan bintang-bintang di langit
agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan
Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?
Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah melalui Kerendahan Hati.
Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan :

“Bukankah Aku ini Rabbmu ?”

I am Me


I am me

in all the world,
there is no one else like me.
There are persons who have some parts like me,
but no one adds up exactly like me.
Therefore,
everything that comes out of me
is authentically mine
because i alone chose it.
I own everything

about me my body,
including everything it does;

my mind,
including all its thoughts and ideas;

my eyes,
including the images of all they behold;

my feelings,
whatever they may be anger,
joy,
frustration,
love,
disappointment,
excitement;

my mouth,
and all the words that come out of it,
polite,
sweet or rough,
correct or incorrect;

my voice,
loud or soft;

and all my actions,
whether they be to others or to myself.

I own
my fantasies,
my dreams,
my hopes,
my fears.
 I own all my triumphs and successes,
 all my failures and mistakes.
 Because I own all of me,

 I can become intimately acquainted with me.
 By so doing I can love me
 and be friendly with me in all my parts.

 I can then make it possible for all of me
 to work in my best interests.
 I know there are aspects
 about myself that puzzle me,
 and other aspects that

 I do not know.
 But as long as i am friendly
 and loving to myself,
 
i can courageously and hopefully look for the solutions to the puzzles
and for ways to find out more about me.
 However I look and sound,
 whatever I say and do,
 and whatever I think and feel at a given moment in time is me.

This is authentic and represents where i am at that moment in time.
 When I review later how
 I looked and sounded,
 what I said and did,
 and how i thought
 and felt,

 some parts may turn out to be unfitting.
 I can discard that which is unfitting,
 and keep that which proved fitting,
 and invent something new for that which I discarded.

I can see,
 hear,
 feel,
 think,
 say,
 and do.

I have the tools to survive,
 to be close to others,
 to be productive,
 And to make sense and order out of the world of people and things outside of me.

I own me,
 and therefore I can engineer me I am me and I am okay.

_copied of VIRGNIA's poem_

Sebelum Kau Menduakan Wanita...


Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... "Cemburu merupakan sebagian dari iman. Mempermainkan (wanita) merupakan sebagian dari nifak" (HR. Ad Dailami).
Wanita, makhluk paling ajaib yang diciptakan dari tulang rusuk pria ini merupakan ujian terbesar bagi kaum pria.
Wanita, bisa menjadi nikmat yang mampu mengantar pria pada surga dunia dan surga akhirat, pun wanita bisa menjadi bala yang menjerumuskan pria ke neraka dunia dan neraka akhirat.
Kebaikan wanita bisa menegakkan negara, namun keburukannya dapat menghancurkan negara. Daya dan gaya tarik apapun tak ada yang mampu menandingi daya dan gaya tarik wanita.
Itulah salah satu sebab mengapa Allah mengiming–imingi hamba–hambaNya dengan surga yang didalamnya dihadirkan wanita–wanita cantik. Sebab jika sudah berurusan dengan wanita, apapun bisa dilakukan pria, bahkan berkorban nyawa sekalipun.
Tapi dibalik kesuper poweran wanita itu ada sebuah kelemahan [yang sering dimanfaatkan pria], wanita ternyata gampang dibohongi (iya kan?).
Pria, makhluk yang [merasa] punya banyak cinta, sebagiannya selalu tertantang untuk menaklukkan banyak wanita. Pria sanggup memacari banyak wanita sekaligus dalam satu waktu. Dan itu menjadi kebanggaan bagi dirinya.
Hmm, memang pria mana sih yang tidak bangga bila bisa menaklukkan banyak wanita dalam satu waktu pula. Dia akan disebut sebagai pria hebat, lelaki jagoan dan tentu saja banyak yang merasa iri. Semakin banggalah dia dengan prestasi yang membuatnya menjadi titik mata tersebut.
Tapi ternyata kebanggaan itu, puji–pujian itu dan iri hati itu salah tempatnya. Betapa tidak, kePLAYBOYan ternyata amat sangat erat hubungannya dengan keMUNAFIKan.
Keplayboyan merupakan sinergi dari 35% dusta, 30% ingkar janji, 33% khianat dan 2% ketampanan (maaf kalau persentasinya salah, soalnya nggak pengalaman, maklum nggak punya yang 2%, hehehe).
Tanda orang munafik itu ada tiga yaitu, apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar dan apabila dipercaya khianat (HR. Syaikhan dari Abu Hurairah r.a).
Biasanya seorang playboy dalam melakukan hubungan segi banyaknya selalu dan sering melakukan kebohongan demi kebohongan.
Dari identitas pribadi yang disamarkan, perasaan yang sebenarnya dan berbagai hal yang terkait dengan upaya melanggengkan hubungannya dengan korban.
Pandai membuat janji–janji manis yang bukan untuk diwujudkan tapi hanya sekedar janji gombal untuk mendapat apa yang diinginkan.
Mahir pula mencari alasan–alasan masuk akal untuk membatalkan janji jika ternyata harus bentrok dengan aksi–aksi lainnya. Soal pengkhianatan, tidak usah dijelaskan lagi karena sudah begitu jelas.
Sementara kemunafikan itu sendiri termasuk kebatilan tingkat tinggi dan sangat berbahaya bagi hidup dan kehidupan umat manusia.
Kemunafikan bahkan lebih berbahaya dari kekafiran karena kekafiran akan tampak nyata tapi kemunafikan terselubung oleh kebaikan dan keimanan. Maka patutlah Allah memberi hukuman yang sangat dahsyat untuk para munafikin ini.
"Sungguh, orang–orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. An Nissa 4 : 145).
"Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu". (Kepada mereka) dikatakan : "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diantara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya ada azab" (QS. Al-Hadid 57 : 13).
"Orang-orang munafik itu memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah" (QS. Al-Hadid 57 : 14).
"Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS. Al-Hadid 57 : 15).
Yang masih niat atau yang sedang jadi playboy silakan dipikir sebelum melanjutkan niatnya atau keasyikan menjalani status playboy-nya.
Jika khawatir jatuh menjadi munafik sejati segeralah membelokkan langkah ke jalan kebaikan karena untuk menjadi munafik sejati hanya butuh satu tambahan syarat saja dari tiga syarat yang telah ada.
"Ada empat hal yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi munafik sesungguhnya dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu daripadanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifak sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia khianat, jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari dan bila bertengkar ia berkata kotor" (Muttafaqun alaihi).
Jadilah pria terhormat yang menyayangi wanita dan lupakan slogan "mumpung masih laku". Karena sebenarnya itu hanya menipu diri sendiri.
INGATTTTT!!!ALLAH SELALU MENGAWASI KITA!!!

“Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu” (QS. Al-Baqarah 2 : 45).
Wallahu’alam bishshawab, ...
~ o ~
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....