Wednesday, 2 November 2011

Tangan Ibu

Beberapa tahun yg lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya utk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yg baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dg org lain dan saya bukanlah org yg sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut. Kami mengunjungi setiap toko yg menyediakan gaun wanita. Ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. 
Seiring hari yg berlalu, saya mulai lelah dan ibu mulai frustrasi. Akhirnya, pada toko terakhir kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yg cantik terdiri dari 3 helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bgmana ia mencoba pakaian tsb dan dg susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata, tangan2nya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dpt melakukannya. 
Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yg dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yg mengalir keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti utk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah dan dia membelinya. 
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tsb terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tsb dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yg penuh dg kasih yg pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa utk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yg paling membekas dalam hati saya. 
Kemudian, pada sore harinxa saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya dan memberitahukannya bahwa kedua tangan beliau adalah tangan yg paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dpat melihat dan merasa betapa bernilai dan berharganya kasih sayang seorang ibu. Saya hanya bisa berdoa semoga suatu hari kelak tangan dan hati saya akan memiliki keindahannya trsendiri. 

DUNIA INI MEMILIKI BANYAK KEAJAIBAN. SEGALA CIPTAAN TUHAN YG BEGITU INDAH DAN AGUNG, TETAPI TAK SATUPUN YG DAPAT MENANDINGI KEINDAHAN TANGAN IBU (bev hulsizer) 

copied of Serrafona's book pg. 173-174 
_semoga menginspirasi_

No comments:

Post a Comment